Tanpa hidup kita berpusat kepada Yesus, maka hidup kita akan seperti layangan putus.. dimana kita tidak mempunyai pegangan apapun, apalagi ditengah2 dunia yg seperti ini.. kol 1:20, `dan oleh Dialah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus'.
Dan oleh Yesus, ALLAH memperdamaikan segala sesuatu dg diriNYA. Baik yg ada di bumi maupun yg ada di surga. Themanya adalah damai.. ayat ini adalah sebuah kalimat dari kol 1:9-20. ayat 9, Paulus mengajak, mari kita mengerti sungguh2 kehendak TUHAN.. bagaimana kita bisa mendapatkan hikmat & pengertian yg sungguh2 benar, untuk kita mengerti kehendak TUHAN.. hidup Kristen sangat membutuhkan bijaksana..
Dunia kita ini tdk butuh orang pintar,tapi butuh orang bijaksana.. orang bijaksana adalah mereka yg mampu menggunakan semua yg ada padanya, bisa mempertimbangkan semua hal, semua aspek yg dia mengerti, lalu ia bisa mengambil sebuah keputusan tepat! Setiap ia mengambil keputusan, keputusan itu adalah sangat bijaksana.. keputusan yg tepat! Persis spt yg TUHAN mau.. orang yg bisa seperti ini adalah orang yg sangat bijaksana di tengah2 dunia.. yg celaka bila kita memperhitungkan segalanya, lalu setiap membuat keputusan, persis spt yg iblis mau.. ini adalah kecelakaan besar bagi dunia, & sangat mungkin yg melakukannya adalah orang yg pintar.. tapi pasti tdk bijaksana.. dunia kita membutuhkan orang yg bijaksana, seorang yg bijaksana sejati, mengerti apa yg menjadi kehendak TUHAN.. & mengerti kehendak TUHAN membawa kita spy bisa memusatkan hidup kita kpd Yesus.. dunia kita sejak jatuh kedlm dosa, point yg pertama langsung saat itu hilang adalah rasa damai.. pengertian kedamaian & relasi yg berdamai hilang.. perseteruan pertama adalah perseteruan dg ALLAH.. adam sembunyi, ia tdk mau bertemu dg TUHAN.. saat itu ia berseteru dg dirinya sendiri, ia tdk lagi bisa menyelesaikan persoalan dirinya sendiri.. akhirnya konflik dg sesama.. mulai salahkan
apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu". Tapi perintah diatasnya diabaikan: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap". Baru ada bagian ini,"& apa yg kamu minta kpd BAPA didlm namaKU, akan diberikanNYA kpdmu..". bagian terakhirnya, diamini, tapi bagian atasnya tdk mau dijalankan. ini essensi dosa.. didlm essensinya manusia bukanlah makhluk yg suka taat.. manusia bukanlah makhluk yg suka nurut.. manusia bukanlah makhluk yg suka diajar oleh FT.. dididik & dituntun oleh FT, menjadi makhluk yg taat mutlak kpd perintah FT.. jiwa manusia sering berontak, kalau TUHAN tdk cocok dg saya, lupakan! saya tidak setuju. kalau begini, apakah TUHAN yg mesti setuju dg anda? anda maunya apa, lalu TUHAN mesti nurut.. begitukah? Inilah essensi jiwa berdosa, manusia berdosa suka kalau mendapatkan apa yg mrk maui.. kalau bisa memaksa TUHAN tunduk kpd apa yg mrk maui.. manusia itu maunya sendiri,
jiwa manusia itu pemberontak, tdk suka kalau disuruh nurut.. celakanya saat kita punya anak buah, kita mau mrk nurut pd kita.. ini namanya gak fair.. ini essensi pertama dosa. Kalau essensi pertama dosa tdk kita bereskan, dg siapapun kita selalu berseteru.. tdk pernah akur dg siapapun.. hidup yg bisa berdamai, di titik pertama hrs mampu menghentikan jiwa barbar, jiwa yg suka memberontak ini.. menghentikan semangat pemberontakan yg ditanam oleh setan didlm diri kita..written by Yustinus Saputra




Comments
Pesan Yang Mudah Dibaca
Mon, 10/08/2009 - 12:28 — MoZee_RuiYustinus, kalau boleh usul; tolong berikan jeda paragraf dengan sistematis, tujuannya agar lebih mudah dibaca , sehingga lebih baik untuk dipahami.
Qoheleth~MoZee~^_^