Pada tahun 2008 ada berita bahwa kaum ulama di Malaysia melarang orang Kristen memakai kata Allah. Di Indonesia sendiri juga muncul kelompok yang menyerukan kepada orang Kristen untuk tidak memakai kata Allah, bahkan ada yang mencoba menuntut Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan. Ada banyak keanehan dan kesimpang-siuran di seputar kata Allah.
GITS sebagai institusi akademis tentu merasa terpanggil untuk meluruskan segala kekusutan yang terjadi di seputar kata Allah agar orang Kristen Indonesia memiliki sikap yang mantap terhadap Alkitab dan penyebutan nama Sang Pencipta.
Studi Etimologi Kata Allah
Webster’s New World Dictionary, Third College Edition, 1989. memberi definisi demikian “Allah (al’a) [ al, the + ilah, god, akin to Heb. Eloah, God] The Muslim name for God.” Sudah jelas bahwa Webster Dictionary bukan buku biasa melainkan kamus bahasa yang sangat terpandang. Sedangkan The Encyclopedia Americana International Edition, 1978, menulis kata Allah “Allah is an Arabic word meaning “God” or more properly, “the God.” Encyclopedia Americana adalah sumber informasi yang sangat bergengsi dan terpercaya. McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, menulis sebagai berikut; Allah (contracted from the Arabic al-ilah, “the God”, the usual name for God among the Mohammedans.
Di atas sudah kita kutip tiga sumber yang sangat credible yang menyatakan bahwa kata Allah itu berasal dari al + ilah, yang secara literal berarti the god karena al itu definit artikel seperti the, dan ilah itu god. Kata ilah bahasa Aramiknya eloah, artinya sesembahan atau yang disembah.
Jadi jika pembaca memahami bahwa kata Allah itu sama dengan God atau lebih tepatnya the God maka anda tidak mungkin salah karena sekurang-kurangnya anda didukung oleh Webster Dictionary, Encyclopedia of Americana, dan Cyclopedia of Biblical, Theolog