| Ketik kata atau ayat: |
1. Saya memahami bahwa Kerajaan Allah hadir saat ini, di tengah dunia ini, melalui kehadiran kerajaan Kristus yaitu: melalui gereja-Nya, Alkitab, dan Roh Kudus dalam hati orang percaya. Kebaikan dan Kejahatan, akan terus terjadi dalam dunia ini sampai nanti -sesuai dengan iman dan pengharapan kita- Tuhan Yesus datang kembali. Pada saat itulah, orang percaya akan menerima apa yang dijanjikan Tuhan Yesus pada akhir zaman. Setiap orang yang telah ditebus, yang percaya akan pengorbanan Kristus akan menikmati sukacita surgawi dan menerima tubuh surgawi. Bagi yang tidak percaya, yang menolak Kristus, akan mengalami penghukuman. Pada saat itulah sejarah dunia berakhir.
2. Kedatangan Tuhan Yesus kembali didahului tanda-tanda (Mrk 13:7-9; Mat 24:6-9; Luk 21:10-12). Kapan? Tidak ada seorangpun yang tahu, hanya Bapa. Oleh sebab itu orang Kristen harus berjaga-jaga. Ingat perumpamaan Tuhan Yesus tentang gadis-gadis (Mat 25:4), perumpamaan tentang talenta (Mat 25:19), juga apa yang dituliskan Paulus (1 Tes 5:1-11). Dalam bagian-bagian itu, ada ajakan yang dalam untuk hidup dalam iman, pengharapan dan kasih yang tak pernah berhenti, serta dalam kesucian hidup (1 Yoh 3:3).
3. Saya tidak memilih untuk menganut pemahaman dispensasionalisme pra-millenial, yang memandang secara teologis politis bahwa kemusnahan dunia sebagai peristiwa yang jauh lebih baik daripada kelestarian kehidupan di bumi ini. Juga Saya tidak memilih untuk menganut pemahaman pasca-millenialisme yang mencari dunia yang sempurna tanpa cacat di dalam dunia masa kini. Saya memilih untuk hidup di tengah dunia ini yang ditandai dengan perjuangan tanpa henti antara memilih yang baik dan yang jahat, untuk bersama Roh Yesus Kristus berpihak kepada kebaikan dan dengan tegas menentang kejahatan.
4. Saat ini kita ada dalam masa pemerintahan Kristus dan juga dalam masa-masa yang sulit. Dengan hikmat Tuhan kita mulai menyadari bahwa apa yang tertulis dalam Matius 24, Markus 13, Lukas 21, dan juga pada kitab Wahyu, telah dan tengah terjadi. Memang dalam menafsirkan bagian-bagian itu, kita harus hati-hati. Tidak boleh secara literal dan hurufiah, karena ada bagian-bagian yang menggunakan bahasa simbol. Anti Kristus, adalah figur yang berupaya menolak Kristus. Anti Kristus berupaya untuk membuat orang Kristen menyangkal iman. Orang Kristen harus waspada, akan kehadiran Anti Kristus.
5. Dalam kitab suci kita, nyata terlihat bahwa Allah selalu keluar sebagai pemenang melawan si jahat. Kuasa Allah tidak tertandingi oleh kuasa manusia yang memberontak, apalagi kuasa si jahat. Dalam kitab Yoel 3 dan Zefanya juga 2 Petrus 3:10-13 secara impresif ditegaskan hal itu. Kehancuran bangsa Babel (yang melawan Allah), kedatangan Kristus yang pertama di dunia, apa yang terjadi pada peristiwa pentakosta (murid-murid menerima Roh Kudus), merupakan bukti besar dan berkuasanya Allah itu. Apalagi kuasa Allah yang dinyatakan pada akhir zaman? Sungguh di luar penggambaran manusia.
6. Kalau kita mengingat akan janji Tuhan Yesus pada akhir zaman, maka kita semakin dikuatkan, dihibur, pada saat mengalami kesusahan dalam hidup ini. Banyak orang mengungkapkan pertanyaan pada saat susah, “Tuhan, Engkau di mana?”, “Mengapa kejahatan merajalela?”. Kelak, sesuai waktu Tuhan, pada akhir zaman itulah jawaban yang sejelas-jelasnya akan didapatkan. Tuhan akan membuktikan bahwa diri-Nya tidak lupa akan kesusahan anak-anak-Nya, dan Tuhan tidak membiarkan kejahatan keluar sebagai pemenang. Setiap pelaku kejahatan akan menerima hukuman.
7. Kepastian akan kedatangan Tuhan Yesus kembali di akhir zaman, dengan penghakiman dan juga transformasi (pembaruan) kehidupan, memanggil kita yang percaya kepada Kristus untuk hidup dalam terang-Nya. Ini yang paling penting dalam ajaran tentang akhir zaman. Kita harus merenungkan apa yang diungkapkan Petrus dalam 2 Ptr 3:11: “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup..”
mampir ke http://www.essyeisen.com/
Komentar-Komentar
Unconditional Election ?
Kam, 25/06/2009 - 16:11 — MoZee_Rui*II Tes
2:13. Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
2:14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
2:16. Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,
2:17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.
Merenungkannya
Kam, 25/06/2009 - 16:03 — MoZee_Rui{Kita harus merenungkan apa yang diungkapkan Petrus dalam 2 Ptr 3:11: “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup..”}
>>Saudara Essien bisakah membantu saya dengan membagikan hasil perenungan Anda terhadap ayat tersebut ?
Qoheleth~MoZee~^_^