Merasakan Kehadiran Tuhan

hz's picture

Seperti firman hari minggu kemarin, masih saya renungkan sampai hari ini. Sadar akan "kehadiran" Tuhan ditiap tarikan nafas kita.

Pribadi-Nya yg agung mulia. Bertahtakan kesucian dan dikelilingi ribuan malaikat. Kuasa-Nya yg mampu melakukan semua hal. Mampu memulihkan, menyembuhkan, membangkitkan orang mati. Mampu mencabut nyawa juga menikam roh. Bayangkan jika kita mampu melihat dgn mata telanjang.

Benar, kadang kita lebih percaya taken kontrak dgn Pak Ciputra, pemilik perusahaan raksasa: Ciputra Group. Dimana kita bertemu dgn Pak Ciputra lalu ketika ia tanda tangan di atas materai Rp6000, kita percaya bahwa ia punya kuasa mengeluarkan uang miliaran dan menjamin perkataan serta perjanjian kontrak dgn Pak Ciputra.

Kita kurang percaya akan janji Tuhan walau Tuhan sudah taken kontrak saat kita menjadi anak-Nya. Kita kurang percaya kehadiran Tuhan ketika Ia hadir dlm persekutuan dua tiga orang percaya, Ia membawa seluruh kerajaan-nya turun ke bumi serta kuasa-Nya.

Ini menjadi perenungan buat saya pribadi yg kerap menyepelekan Tuhan saat berdoa. Berdoa menggerakan bibir atau dlm hati tapi tidak sungguh2 menganggap Tuhan ada di TEPAT di depan saya. Tidak sadar atau membayangkan kuasa-Nya saat itu benar2 ada dan melekat pada-Nya. Tuhan bukannya bisa atau tidak bisa melakukan kuasa tapi "mau" atau "tidak mau". Harus sesuai kehendak-Nya.
Tuhan berbicara bahwa Ia hadir di depanmu ketika kamu atau siapa saja membaca tulisan ini. Tapi kamu tidak melihat-Nya dgn mata telanjang. Benarlah firman Tuhan berkata berbahagialah siapa yg tidak melihat namun percaya.

Saya mau terus "merasakan" kehadiran-Nya walau saya tidak melihat. Karyawan biasanya kerja lebih teliti, lbh hati2, dan sungguh2 saat kerjaannya diawasi Supervisor seruangan kerja. Itu karena karyawan kerja dgn perasaan "takut akan Supervisor". Sesungguh-Nya mata Tuhan selalu mengawasi dan tidak pernah meluputkan pandangan dr kita. Tuhan, saya mau merasakan terus "kehadiran-Mu" agar hidup "takut akan Tuhan".