Konversi minyak tanah ke gas yang dipaksakan oleh pemerintah membuat rakyat kecil khususnya gagap merespon. Pemerintah berniat menghemat subsidi negara untuk konsumsi bahan bakar minyak dari Rp 61 triliun menjadi Rp 54 triliun pada anggaran belanja negara tahun ini. Untuk menyelamatkan APBN ini rakyat harus berkorban.
Banyak persoalan muncul sekitar konversi BBM ke gas yang tidak berjalan mulus itu. Di berbagai tempat banyak dijumpai tabung-tabung gas bocor, slang dan regulatornya rusak. Akibatnya terjadilah sejumlah kecelakaan. Kompor-kompor gratisan itu meledak memporak-porandakan seisi rumah. Terkadang mencederai bahkan merenggut nyawa penggunanya.
Kejadian terbaru meledaknya elpiji subsidi pemerintah menimpa dua warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Keduanya terluka setelah tabung elpiji di rumah kontrakan mereka meledak baru-baru ini. Ledakan tersebut juga menghanguskan empat rumah kontrakan lainnya. Jajaran Kepolisian Sektor Tambun mengamankan tabung gas yang meledak dari lokasi kejadian untuk bahan penyelidikan.
Persoalan konversi minyak tanah ke gas belum juga tuntas, persoalan baru timbul, harga gas kini mulai melambung, bukan hanya pada harga gas dalam tabung 12 kg yang tidak bersubsidi, harga gas dalam tabung 3 kg yang bersubsidi juga ikut merangkak naik.
Parahnya, harga tabung gas pun ikut melambung. Alasan