Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23). Percaya bahwa Doktrin Gereja Lokal adalah Alkitabiah, sedangkan Doktrin Gereja Universal tidak Alkitabiah
Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).
yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil.
Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).
Percaya bahwa Konsep Keluarga
Alkitabiah adalah Suami mengasihi Istri dan Istri tunduk kepada Suami
sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Jemaat Tunduk kepada Kristus.
keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian,
pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap
orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)
Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada
dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul
Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar
firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8)
Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak
Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian
Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada
suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor
11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena
mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada
Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita
bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak
ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh
menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll. Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus
kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa
lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)
”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham
dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika
kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini
Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.
- Log in to post comments