SELUK BELUK CINTA
1 Yoh. 4:7-8

Yang membuat sepasang kekasih akhirnya memutuskan untuk menikah adalah cinta/kasih. Yang membuat pernikahan itu bisa selamat mengarungi kehidupan yang sulit adalah cinta/kasih.Yang membuat keluarga itu akhirnya punya anak untuk melanjutkan keturunan adalah kasih! Yang membuat pernikahan itu bertahan sampai akhir (maut memisahkan) adalah cinta/kasih.
Itulah sebabnya tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa cinta/kasih adalah dasar dan penopang pernikahan yang sehat!
Nah, kali ini kita akan membahas seluk beluk kasih dengan memakai permainan huruf : mulai dari A sampai F.

CINTA : DARI A SAMPAI F
1. A - Accept - menerima – Rm.15:7
Sebuah pernikahan akan menjadi pernikahan yang sehat kalau masing-masing pasangan mau menerima pasangannya sebagaimana adanya! Ini adalah dasar yang amat kokoh! Kasih yang tidak menuntut dan menerima dengan rela keadaan pasangan. Seperti :
(a) Fisik : tidak ada orang yang sempurna.
Secara fisik pasangan kita pasti punya kekurangan : kurang tinggi, kurang putih, kurang mancung, kurang cakep, dan sebagainya..
Tapi kalau kita bisa menerima dia apa adanya, maka pernikahan kita akan jauh dari pertengkaran dan konflik!

(b) Kepribadian : masing-masing kita berbeda.
Tidak ada orang yang sama persis kepribadiannya. Masing-masing kita berbeda. Yang satu disiplin, yang lain kurang disiplin. Yang satu hemat yang lain boros. Yang satu kalau ngomong keras, yang lain lembut.dsb.
Kita tidak bisa mengubah pasangan kita. Yang harus kita lakukan adalah berusaha menerima dia apa adanya. Ajaibnya, kalau ia kita terima apa adanya, maka justru dia bisa berubah!

2.B - Believe – percaya – Mrk.10:8
Pernikahan akan langgeng dan harmonis kalau masing-masing pasangan bisa saling percaya. Tanpa saling percaya, maka akan terjadi banyak masalah, seperti : cemburu buta, sikap posessif, rasa curiga dan sebagainya.
Tapi dengan saling percaya, terbentuklah rasa saling cinta. Kita percaya bahwa pasangan kita akan selalu setia, baik dan menghormati kita!
Rasa percaya ibarat LEM, yang akan selalu merekatkan sebuah hubungan!

3. C – Care – keperdulian – 1 Kor.12:35
Pernikahan akan kuat dan saling membangun kalau ada keperdulian satu dengan lainnya.
Perduli berarti ikut merasakan apa yang dirasakan pasangan dan memberi perhatian pada kesulitannya. Perduli berarti juga berempati terhadap apa yang sedang dialami pasangan kita. Misalnya :
(a) Kalau pasangan sakit – ditunggui dan didoakan
(b) Kalau suami telat pulang – ditunggui dan disediakan air panas untuk mandi
(c) Kalau suami belum pulang – ditelpon bagaimana kabarnya
(d) Kalau suami capek – dipijiti atau dikeroki.dan sebagainya.

4.D – Desire – Menginginkan – Yoh.1:2
Kasih yang sejati selalu menginginkan yang terbaik bagi yang dikasihi. Kasih itu selalu mau memberi dan bukan menerima. Hal in bsa kita lihat pada beberapa contoh peristiwa dibawah ini :
(a) Waktu masih pacaran : saat si doi ultah tapi kita gak punya uang, kita mau pinjem sana sini agar bisa beliin hadiah.
(b) Orang tua rela melakukan apapun agar anaknya bisa sekolah !
(c) Istri rela bangun pagi-pagi untuk siapin sarapan keluarga, karena ia mempunyai rasa cinta!
Ketika kita menginginkan yang terbaik bagi pasangan kita, maka kita akan melakukan yang terbaik buat dirinya!

5.E – Ease - meringankan – Gal.6:2
Artinya kehadiran kita seharusnya bisa meringankan beban dari pasangan kita! Hal ini bisa kita lakukan dalam berbagai situasi seperti berikut ini :
(a) Pasangan kita lagi sedih – kita yang menjadi penghiburnya
(b) Suami kita lagi banyak persoalan – kita hadir untuk memberi kekuatan.
(c) Kita bersedia menanggung beban kehidupan bersama-sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dippikul.
Cinta selalu membuat beban yang berat menjadi ringan. Orang inggris punya kata-kata bijak,” love make everything easy.” Perhatikan kebenaran kalimat diatas dari paparan berikut ini :
(1) Waktu pacaran – untuk menunjungi pacar yang rumahnya berjarak 30 km nggak ada masalah.
(2) Waktu kumpulin duit mau nikah – kerja lembur nggak masalah, dan sebagainya.
Pokoknya, cinta seharusnya membuat hidup menjadi lebih mudah dan ringan. Semua beban dibagi dan ditanggung bersama!

6. F – forgive – mengampuni – Kol.3:13
Manusia adalah gudangnya kesalahan. Yang sempurna dan nggak pernah salah hanya Tuhan. Oleh sebab itu manusia selalu membutuhkan pengampunan/maaf! Ada banyak kesalahan yang akan diperbuat masing-masing psangan selam hidup berumah tangga. Beberapa contoh bisa dihadirkan disini :
(a) Salah omong – maksudnya baik, tapi nada suaranya tinggi. Hal ini sudah bisa memicu konflik.
(b) Salah tindakan – disadari atau tidak ada saja tindakan kita yang salah.
(c) Salah tangkap – Suami bermaksud menolong istri cuci piringm tapi malahan mecahin piring. Maksud baik in i bisa menimbulkan ketidaksukaan istri. Oleh sebab itu perlu melakukan klarifikasi dan minta maaf!
Kata maaf inilah yang akan membuat langgeng sebuah keluarga. Tanpa saling mengampuni, pernikahan akan kandas, sebab setiap hari ada saja kesalahan yang dibuat masing-masing pasangan!