Beberapa waktu lalu saya membaca buku Harianto GP tentang Teknik Penulisan Literatur, terbitan Agiamedia yang menjabarkan bahwa renungan merupakan sebuah pendapat penulis dengan cara mengeksegese sebuah ayat atau perikop, disimpulkan, lalu direfleksikan ke konteks kehidupan kita sehari-hari. Membaca renungan memang berbeda ketika kita membaca perikop ayat dalam alkitab dan merefleksikan secara pribadi. Renungan dapat menjadi sebuah tuntunan yang dapat membantu menjelaskan sesuatu firman Tuhan, mendukung firman Allah, memberikan semangat, dan pastinya membatu dalam mencari sebuah jalan keluar akan masalah hidup kita.
Tiap orang mungkin memunyai kesukaan tersendiri dalam memilih bacaan renungannya. Sebagai contoh, si A lebih suka membaca renungan X karena penyajian sederhana, memakai ilustrasi yang bagus dan menjelaskan perikop yang di ambil secara kontekstual dengan permasalahan dalam kehidupan kita. Selanjutnya si B beda lagi, dia memilih renungan Y karena memakai sudut pandat teologis yang mendalam. Dalam bukunya, Harianto juga menyinggung bahwa metode penulisan renungan, secara garis besar terdiri dari ayat bacaan, pendahuluan, pertanyaan, uraian (eksegese), penutup, dan yang terakhir adalah refleksi.
Yang sering menjadi perenungan saya dan juga seperti pengalaman saya pribadi ketika beberapa kali membaca renungan, bahwa ilustrasi memegang peranan yang amat penting bagian eksegese (uraian). Jadi secara pribadi saya lebih suka penyajian renungan yang ringan. Yang jelas tidak membuat saya bosan membacanya.
- Log in to post comments
ilustrasi ga harus kan?
puji Thu, 15/11/2007 - 15:06
Sebuah ilustrasi memang baik dan dapat dimasukkan dalam sebuah renungan. Apalagi kalau ilustrasi itu dikaitkan dengan perikop atau ayat yang diangkat. Saya sendiri juga suka dengan renungan yang ada ilustrasinya. Tapi, renungan ga harus selalu ada ilustrasinya to Bu?
"kita berbeda dalam semua kecuali dalam cinta."
Relatif bukan?
Anonymous (not verified) Mon, 19/11/2007 - 15:20
In reply to ilustrasi ga harus kan? by puji
menurut saya relatif ya kalo masalah penyajian renungan yang akan disajikan. Bener juga jika renungan juga ga melulu memakai ilustrasi. Ada juga yang lebih suka dengan sjian renuangan yang mengedepankan kupasan teologia yang dalam. Begitu gak ya? hari ini panas sekali dan ngantuk juga
ilustrasi berfungsi sebagai alat bantu.
Anonymous (not verified) Wed, 21/11/2007 - 14:49
Ya namanya orang banyak, wajar jika ada yang suka dengan ilustrasi, ada yang kurang suka. Tetapi menurut saya liustrasi bisa dipakai sejauh memang benar-benar bisa membantu untuk memahami suatu ayat/perikop dari Firman Tuhan/Alkitab. Jadi bagi pembuat renungan juga harus benar-benar memilih, agar pesan firman Tuhan yang diterangkan dengan menggunakan ilustrasi itu bisa dimengerti dengan benar. Yang sering terjadi ilustrasi justru menyembunyikan isi pesan yang terkadung dalam Firman yang disampaikan. Jika ini yang terjadi maka si pembuat renungan telah melakukan aisegesses, bukan eksegesse. Maka meskipun mungkin lebih banyak orang yang suka dengan illustrasi, namun penggunaan ilustrasi yang tidak tepat juga ada kelemahannya atau bahkan "bahaya". Kiranya Tuhan akan senantiasa menolong para hambaNya yang sering berperan sebagai pelayan Firman Tuhan/penghotbah atau pembuat renungan.
ilustrasi,baik dan perlu
toddy daulat p… Wed, 21/11/2007 - 17:13