Target Pemberitaan Injil

Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti Petrus untuk orang-orang bersunat. Karena Ia telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat (Galatia 2:7)

Alkitab menjelaskan bahwa ada dua target pemberitaan Injil, yaitu pertama, panggilan Paulus, yaitu pemberitaan Injil yang ditujukan kepada orang yang tidak bersunat, kedua, panggilan Petrus, pemberitaan Injil kepada orang-orang bersunat, dalam hal itu adalah orang Yahudi. Apa arti dari kedua panggilan yang berbeda itu? Tidak lain adalah pemberitaan Injil harus tertuju pada semua orang, Injil harus diperdengarkan ke seluruh dunia, pada segala suku dan bangsa.

Sebagai pemberita Injil seharusnya kita tak perlu kuatir akan dampak yang dihasilkan dalam pemberitaan kita, asal saja kita memberitakan apa yang benar dan hidup dalam kebenaran Injil itu, yang utama adalah kita harus memberitakan Injil kepada siapapun yang Allah Injinkan untuk kita temui atau Injili, dan otoritas Allahlah yang akan bekerja, dan menyertai pemberitaan kita. Sebagaimana Allah telah mempertobatkan kita melalui pemberitaan Injil, demikianlah kita harus percaya Injil yang kita beritakan itu mampu mengubah kehidupan manusia yang jahat.

Target mana yang menjadi panggilan kita dalam tugas menginjili, harus kita kerjakan dengan sebaik mungkin. Allah ingin semua orang mendengarkan berita Injil dan diselamatkan.

Doa. Tuhan arahkanlah aku kemana Engkau ingin untuk aku dapat memberitakan Injil kasih-Mu. Amin.