Iman

Dari In-Christ Wiki, Wiki Kristen Indonesia
Revisi per 06:02, 15 Juni 2010; Bennylin (Bicara | kontrib)
(beda) ←Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Langsung ke: navigasi, cari

Iman adalah kepercayaan, terutama kepada reliabilitas Allah. Pengertian modern mengenai iman adalah semacam pengetahuan yang lebih rendah atau penerimaan pendapat atau cerita, yang tidak sepenuhnya dapat dibuktikan. Makna alkitabiah iman (kata yang berkaitan dengannya adalah 'kepercayaan') lebih terletak pada hakikat komitmen, meskipun dalam kenyataan tersirat juga adanya dasar yang membuat iman tak dapat didukung dengan bukti historis secara meyakinkan. Iman PL dirunut pada *perjanjian yang telah ditawarkan Allah kepada umat Israel di *Sinai. Sejak itulah umat Israel percaya bahwa Yahweh, Pencipta dunia ini, telah memberikan *Taurat dan janji kepada mereka, bahwa kesetiaan mereka akan mendapat ganjaran. Tanpa iman seperti itu, umat Israel tidak akan bertahan hidup, sebagaimana diingatkan oleh para *nabi (Yes. 30:15-16). Orang Israel secara individu juga memiliki kepercayaan bahwa Allah itu baik kepada orang rang tulus hatinya (Mzm. 73:1-3). Kadang-kadang iman individual dihubungkan dengan nasib seluruh bangsa, sebagaimana yang terjadi dengan *Abraham (Kej. 15:6), yang percaya kepada Allah ketika ia dipanggil untuk meninggalkan daerahnya, dan ketika ia diberi janji keturunan, meskipun ia tidak lagi berada dalam usia normal untuk mendapat keturunan, juga ketika ia menaati perintah untuk mengorbankan keturunannya (Ishak). Melalui semua pencobaan itu Abraham beriman bahwa Allah pasti akan memenuhi janji-Nya. Dalam PB definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibr. 11:1, yang menandaskan bahwa berdasar imannya orang percaya telah memegang segala realitas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu adalah: pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta alam semesta (Ibr. 11:3), dan yang kedua Allah adalah pemrakarsa perjanjian yang sekarang digenapi dalam *penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai 'yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan' (Ibr. 12:2). Jadi, dalam PB objek iman itu adalah Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Di kalangan orang Yahudi iman kepada Allah itu dianggap ada dengan sendirinya (Yoh. 14:1), namun bagi orang-orang *bukan Yahudi, pertama-tama mereka harus percaya kepada Allah (1Tes. 1:9), sebelum mereka dapat menerima Kristus yang telah bangkit, yang menyatakan Allah itu. Injil Yohaneslah yang terutama menekankan bahwa Yesus berasal dari Bapa untuk menyatakan Bapa dan menjadikan Ia dikenal manusia (Yoh. 1:18). Itulah inti khotbah *Petrus setelah *Pentakosta (mis. Kis. 2:36). Iman ditindaklanjuti dengan *pembaptisan. Dalam PB penjelasan yang paling dalam mengenai iman terdapat dalam surat-surat Paulus, yang menunjukkan bahwa iman tidak tinggal statis, iman itu bertumbuh (Flp. 1:27; 2Kor. 10:15) dan terlahir dalam *kasih. Tanpa kasih, iman itu hampa. Di atas semua itu, iman pada *kebangkitan Kristus merupakan harapan akan adanya kebangkitan umum pada *akhir zaman (1Kor. 15:14,17; 2Kor. 4:14). Iman dan baptisan mengaruniakan keanggotaan *tubuh Kristus, yang merupakan hak istimewa sekaligus penderitaan (Flp. 1:29). Dalam Galatia dan Roma, Paulus menghubungkan konsepnya tentang iman dengan *pembenaran, dan hal ini kadang-kadang dimengerti secara keliru. Paulus mengajarkan bahwa orang-orang beriman dibenarkan (dianggap benar oleh Allah) bukan berdasarkan iman, melainkan oleh Kristus, yang kepada-Nya kita percaya. Anugerah-Nya yang cuma-cuma itulah cang membenarkan kita. Kita tidak dibenarkan karena kebajikan pengalaman pribadi melalui pertobatan. Dalam Injil iman dari orang yang menderita sakit atau dari anggota keluarganyalah yang menyebabkan Yesus dapat menyembuhkan mereka (Mat. 8:5-13). Ayah seorang anak yang sakit ayan diyakinkan bahwa 'tidak ada yang mustahil bagi orang percaya' (Mrk. 9:23), dan anak itu menjadi sembuh. Ada pula cerita-cerita penyembuhan tanpa menyebut iman (Mrk. 3:5; 5:7), karena hal itu hadir dalam diri manusia Yesus, seperti yang dikatakan Paulus (Rm. 3:22, 26). Kita diundang untuk bertumbuh dalam iman seperti itu.

dari Kamus Browning

Referensi

Lihat pula

Peralatan pribadi