Penulis : Xavier Quentin Pranata
Hampir semua perusahaan di dunia ini, terutama yang profesional, selalu memiliki visi dan misi perusahaan. Istilah yang mereka pakai bermacam-macam. Namun, yang paling sering mereka pakai, terutama di buku-buku manajemen adalah Mission Statement (Pernyataan Misi). Jurnalis Kristen, sebagai orang yang menyandang nama Kristus, tentu saja harus memiliki visi dan misi yang jelas.
Tujuan hidup utama orang Kristen adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Dalam rangka mengasihi Tuhan dan sesama itulah, pengikut Kristus diperintahkan untuk melaksanakan Amanat Agung yang Yesus ucapkan:
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Untuk melakukan Amanat Agung itu, jurnalis Kristen harus ikut berperan serta secara aktif melalui talenta dan ketrampilannya. Jurnalis Kristen bisa mengambil bagiannya, paling tidak, dalam tiga hal. Pertama, menunjukkan kepada dunia bahwa orang Kristen adalah media itu sendiri. James F. Engel, pakar komunikasi Kristen mengatakan bahwa gereja (orang Kristen) bukan hanya media, tetapi juga pesan itu sendiri. Rasul Paulus mempunyai penjelasan yang lebih baik. Dia menulis: "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang." (2Korintus 3:2). Kedua, menyebarkan kabar baik atau berita keselamatan itu melalui medianya. Ketiga, mengajarkan pada pembaca mengenai cara memperoleh keselamatan itu.
Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma mengenai hal berikut ini:
"Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-N