Renungan Minggu Kantate (Filipi 4:4-7)

AMBIL bagian dalam persekutuan di dalam Kristus berarti ambil bagian dalam sejumlah keuntungan meliputi: pemeliharaan, perhatian, penyertaan, kemuliaan dan janji-janji dari Allah. Keuntungan-keuntungan tersebut bersifat istimewa oleh karena berasal dari Allah, Pemilik sesungguhnya dari bumi dan Pemilik otoritas dari seluruh makhluk.
Bahwa kehidupan di bumi memiliki segudang berkat yang amat disyukuri diaminkan oleh seluruh makhluk. Keindahan alam, sumber daya alam, sumber daya manusia, keberadaan alam dan peluang-peluang yang ada di dalamnya, seluruhnya merupakan keajaiban yang disediakan Pencipta siap untuk dikelola oleh manusia. Kita tidak melupakan berkat-berkat alamiah. Setiap kita menyambut hari yang baru, ketika itu pula kita menaikkan ungkapan syukur yang baru.
Hal itu menjadi lebih lagi ketika umat Allah, yang telah ditebusNya mengingat dan setiap hari merayakan karya penyelamatan Allah yang telah mulai. Allah telah memulai sebuah karya penyelamatan. Berangkat dari karya penebusan, Allah membuka lembaran baru. Allah berkenan berhubungan secara baru dengan umatNya. Allah berkenan memakai umatNya sebagai kawan sekerjaNya. Allah berkenan mengikutsertakan umatNya dalam sebuah misi yang tidak tergoyahkan. Biarpun gunung-gunung bergoyang, namun kasih setiaNya adalah tetap!
Dengan demikian, menjadi bagian dari persekutuan di dalam umat Allah berarti memiliki sebuah corak batin yang khas. Batin umat Allah berisi suasana hati yang berlimpah dengan ungkapan syukur. Dulu kita tidak layak, sekarang dilayakkan. Dulu kita tidak tahu-menahu tentang Allah, sekarang telah dibukakan. Dulu kita tidak berdaya, sekarang dimampukan. Dulu kita putus asa, mengalami jalan buntu, sangat redup, miskin pengetahuan, miskin hati, maka kini menatap hari esok yang ceria dengan jalan-jalan yang terbuka, air muka yang cerah, wawasan yang tercelikkan, kaya dengan isi hati yang mulia.
Kita menerima kekuatan yang melepaskan diri kita dari belitan kekuatiran. Kita kuatir akan hari esok. Kita kuatir akan kebutuhan selama hidup di dunia. Kita kuatir akan masa depan anak-anak, jodoh anak-anak, sekolah anak-anak. Kita kuatir akan keselamatan di perjalanan. Kita kuatir akan rezeki kita di masa depan. Kita kuatir akan bencana dan kerusuhan. Oh, alangkah banyaknya yang mengkuatirkan kita. Hanya Allah yang dapat melepaskan kita dari segala kekuatiran. Asal kita mau menjadi bagian dariNya.
Jadi hidup orang percaya tidak sama dengan kemarin. Hari ini adalah sebuah kehidupan baru! Hidup orang percaya dengan segala keberadaannya merupakan kesempatan emas untuk menorehkan sebuah sejarah baru. Tiap orang memiliki ciri fisik dan batiniah yang khas. Dengan hidupnya ia hadir sebagai seorang pribadi baru, yang telah ditebus dari cara hidup yang lama. Dia memiliki keluarga sendiri. Dia menghuni tempat sendiri. Dia memiliki aktivitas sendiri. Dia memiliki cara pandangnya sendiri. Yang penting adalah bahwa hidupnya adalah hidup yang telah bergabung dengan persekutuan orang percaya. Bergabung dengan sesama umat yang telah ditebus berarti memiliki sebuah kesempatan yang tidak ternilai!
Boleh sifatnya pendiam. Tidak apa-apa! Dia lebih hemat dalam mengungkapkan dirinya. Namun di dalam diam dia memiliki hati yang mulia. Dia selalu merencanakan yang baik. Dia selalu menangkap yang positip. Dia selalu mengingat yang indah. Dia selalu terkenang dengan kebaikan teman. Dia selalu memikirkan bagaimana berbuat baik bagi keluarga. Dia selalu mencari hal-hal yang menyenangkan teman.
Boleh sifatnya lebih vocal! Itu juga baik! Asal ucapannya selalu tulus. Selalu menyemangati. Selalu memberikan motivasi. Selalu menghadirkan suasana yang ceria. Terkendali. Tidak membuat sakit hati. Tidak membuat orang tergoda. Tidak membuat orang berpikiran buruk. Selalu membawa pembaharuan. Selalu menghadirkan kebaikan. Kata-katanya membawa berkat bagi para pendengar!
Bisa saja hidup seseorang tidak menonjol. Biasa-biasa saja. Tapi hidupnya penuh dengan ungkapan syukur. Jauh dari kekuatiran. Jauh dari berburuk sangka. Selalu terarah ke masa depan. Masa kini adalah sebuah kesempatan yang indah untuk merajut masa depan. Masa kini penuh dengan kemungkinan. Buka apa saya pada hari ini tapi apa saya sepuluh tahun ke depan, bahkan seratus tahun ke depan.
Hidup orang percaya terarah kepada masa depan. Masa depan bukan sesuatu yang hanya ditunggu. Masa depan adalah sesuatu yang diisi. Selalu ada yang dapat diperbuat. Selalu ada peluang yang dapat dimanfaatkan. Hidup orang percaya penuh dengan kemungkinan, bukan jalan buntu. Hidup dimulai dengan keterbukaan kepada masa depan. Allah dating untuk sebuah kemungkinan yang lebih baik. Allah dating untuk sebuah kehidupan yang lebih mulia. Bukan untuk sesuatu yang sia-sia. Untuk itu dibutuhkan sebuah langkah: menyambut dan mengisi kehidupan!
Kita hidup hanya sekali. Yesus tersalib hanya sekali. Yesus dibangkitkan hanya sekali. Hidup ini amat penting. Hidup tidak untuk dilewatkan dengan hal-hal yang sia-sia. Hidup tidak untuk diisi dengan sungut-sungut, kekuatiran, keraguan dan keputus-asaan. Hidup adalah sesuatu yang luar biasa, oleh karena hidup itu berasal dari Sang Pencipta!

Kategori: Bahan Renungan Alkitab